Monday, July 17, 2006

Pencerahan Kecil Setiap Hari 4

Samarinda, July 17th 2006

Akhir minggu yang lalu aku membaca buku Sabdo Palon dan Naya Genggong karangan Drs. Sigit Hariyadi MA. Meskipun buku itu ditulis dengan cara yang acakadut, tapi bagaimanapun masih ada yang dapat diperoleh dari buku itu. Hal-hal penting malah, yang selama ini tidak banyak orang yang tahu. Untuk lebih tepatnya mungkin bisa dikatakan orang hanya tahu versi yang lain dari cerita itu. Kukatakan acakadut karena terjemahan dari bahasa Jawa yang ditulis begitu saja, diterjemahkan kata per kata, tanpa editing agar pas dan nyaman dibaca dalam bahasa Indonesia. Tetapi penulis juga memberikan versi bahasa Jawanya dibuku tersebut. Jadi bagi yang mahir berbahasa Jawa akan lebih mudah lagi memahaminya. Pembahasannya pun minim, sulit dipahami apa maunya penulis. Tetapi diluar kekurangan tersebut, buku ini berani mengungkap hal-hal yang sama sekali berbeda dari apa yang dipahami orang selama ini.

Sebelum ini aku sudah pernah membaca Sabdo Palon. Waktu itu hanya buku photo copy-an dari teman. Isinya pun sudah diringkas. Tetapi saat membaca buku Sabdo Palon ini lagi, aku teringat lagi dengan photo copy-an yang pernah kubaca itu. Isinya sama. Hanya saja yang ini lebih lengkap.

Inti cerita dari buku Sabdo Palon ini adalah percakapan antara Ki Kalamwadi dengan muridnya Dharmo Gandul tentang cerita seputar keruntuhan Majapahit, peng-Islaman Majapahit dan pulau Jawa. Cerita yang selama ini didapat dari buku-buku sejarah bahwa Islam disebarkan secara damai adalah bohong besar !

Islam disebar di pulau Jawa dengan cara berdarah, penuh intrik, perebutan kekuasaan dan pemaksaan. Tidak berbeda dengan Islam yang dikenal sekarang. Berdarah-darah dan berbau perebutan kekuasaan. Begitulah. Orang bijak bilang, jika kita belum dapat memetik pelajaran dari pengalaman yang kita peroleh maka sejarah akan berulang. History will repeat itself.

Dari buku ini kita akan mengetahui, betapa jahatnya para Sunan yang disebut Wali Sanga itu. (Wali itu artinya walikan- Jawa, yang harusnya baik malah jahat). Pertama yang paling jahat tentulah Sunan Bonang, kemenakan dari istri Sang Prabu -- putri dari Cempa. Dialah yang menghasut Raden Patah, anak Prabu Brawijaya dari istri yang lain (putri Cina) yang tinggal di Palembang untuk menyerang ayahandanya sendiri. Dia juga yang mengerahkan para bupati lainnya dan sunan-sunan yang lain untuk memberontak dan menyerang Majapahit dengan dalih memperbaiki Masjid Demak. Dia juga yang memerintahkan Sunan Giri untuk membunuh Seikh Siti Jenar karena tidak mau ikut dalam pemberontakan ini. Hebat bukan? Bukankah sekarang cara-cara yang sama dipakai kembali untuk merebut kekuasaan, orang-orang dihasut melakukan hal-hal buruk, kejahatan, pembunuhan, anarki dengan dalih agama untuk mendapat surga.

Dari percakapan antara Sunan Bonang dengan Buta Locaya (Rajanya Demit) misalnya, kita malah dapat melihat yang waras dan pengasih, jauh dari ego diri justru sang Buta Locaya. Sedangkan Sunan yang katanya aliran putih malah hanya mementingkan ego diri sendiri, akibatnya menyengsarakan manusia dengan mengeluarkan kutukan sembarangan. Menghancurkan patung-patung di hutan, tanpa memahami makna sebenarnya yang terkandung dengan keberadaan patung-patung itu. Sungguh seorang yang sangat buruk. Makanya sungguh mengherankan dia dapat bergelar Sunan. Buta Locaya juga menyampaikan pengetahuannya tentang daerah asal sang sunan --yang bernama asli Sayid Rahmad sebagai daerah yang tanahnya panas, air sulit, tidak ada tumbuhan dapat hidup, dan bahwa dia seorang penjahat di negerinya sendiri. Sungguh memalukan apabila kita setelah mengetahui kebenaran ini masih menganggap para Sunan-sunan itu sebagai orang suci.

Hal lain yang dapat diketahui adalah bahwa setelah Majapahit dapat direbut, maka seluruh kitab-kitab agama Budha yang ada di kerajaan dimusnahkan, seluruh buku-buku yang ada di tangan orang perorang juga dimusnahkan, yang tidak mau masuk Islam dibunuh sedangkan yang mau masuk Islam diberi kedudukan dan kekayaan. Seluruh buku-buku yang memuat cerita tentang leluhur kita musnah pada masa itu. Lihatlah bukankah sama dengan perilaku Taliban sewaktu berkuasa di Afganishtan, merusak patung Budha, memusnahkan segala bentuk seni budaya leluhur, mengekang kebebasan pribadi. Apakah itu kita inginkan terjadi di Indonesia. Tidak. Tidak. Tentu saja tidak. Aku akan berupaya dengan segala dayaku untuk itu.

Begitu banyak hal yang kuperoleh dari membaca ulang Sabdo Palon ini. Begitu banyak, sehingga berseliweran di kepalaku tidak tersusun rapi. Begitu banyak pencerahan yang kualami. Keyakinan ku peroleh. Pemahaman. Satu hal yang pasti -- aku merasa arahku semakin jelas.

Selama beberapa bulan terakhir ini banyak hal yang kulakukan bersama suamiku yang semuanya berujung pada pencarian akar, pencarian jati diri. Selama ini pula aku bertanya-tanya, ada apa? Di sini aku menemukan salah satu puzzle itu. Aku harus bangga dengan diriku sendiri. Dengan keluhuran nenek moyangku. Mungkin aku tidak tahu keluhuran mereka seperti apa. Tetapi melihat dan mengetahui pemahaman mereka tentang kehidupan ini aku seharusnya bersujud pada mereka. Aku tidak perlu berguru ke Arab untuk memperoleh pengetahuan, tidak perlu berguru ke Cina, tidak perlu ke Thailand, tidak perlu ke India. Aku cukup berada di sini. Mendengar nenek moyangku berkata. Dan yang akan kuperoleh tidak hanya pengetahuan, tetapi budi, rasa.

Mungkin sejarah itu terputus. Tetapi aku yakin, ada cara untuk menemukan sambungannya.

Pangeran Karang Gayam, salah satu murid Syeikh Siti Jenar beberapa kali mampir pada sesi meditasi bersama di rumah. Sayang suamiku tidak dapat menyadari kehadirannya. Berdasar hal itu aku yakin, kami dapat menemukan sambungannya. Kami dapat belajar kearifan hidup dari nenek moyang sendiri. Yang diperlukan hanya persiapan yang cukup. If the student is ready, the teacher is up here !

Mungkin akan lebih mudah bila kutuliskan pemahaman-pemahaman baru dan keyakinan-keyakinan yang kuperoleh dari buku Sabdo Palon ini :
1. Para Sunan itu tidaklah orang suci, mereka dapat gula-gula kebenaran dan menggunakannya untuk memuaskan ego diri seperti haus pemujaan, haus kekuasaan, dan mau menang sendiri.
2. Agama Budha dapat hidup ribuan tahun di wilayah yang sekarang bernama Indonesia karena agama itu yang paling dekat dengan agama yang di anut oleh nenek moyang bangsa Indonesia, dimanapun wilayah mereka berada, yaitu agama Budi. Apapun nama agama setempat, inti ajaran mereka adalah tetap dengan cara hidup serasi dengan alam, menghormati alam, menghormati segala bentuk kehidupan di alam.
3. Kita bisa hancur apabila kita plin plan, ikut-ikutan, tidak punya keyakinan diri, tidak punya harga diri, ragu-ragu dan tidak waspada. Itulah hal yang bisa dipetik dari peristiwa runtuhnya Majapahit ini. (Kebaikan hati sang Prabu dengan memberi tempat tinggal dan perlindungan juga kebebasan untuk menyebar agama, dibalas dengan kejahatan oleh para Sunan dengan cara menyerang dan meruntuhkan Majapahit)
4. Jangan sampai kehilangan jati diri. Putusnya sejarah harus membuat kita giat mencari jati diri kita. Serat Babad Tanah Jawa di tulis pada masa runtuhnya Majapahit ini. Jadi isinya tentu tidak dapat seluruhnya menggambarkan kemulyaan dan kejayaan nenek moyang kita. Itulah yang harus kita gali dengan cara instrospeksi, kontemplasi, eling dan mengembangkan Budi.
5. Keruntuhan Majapahit hanyalah salah satu gambaran dari apa yang dialami oleh wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia. Agama nenek moyang digantikan oleh para pendatang dengan cara pemaksaan kalau perlu dengan berdarah-darah, padahal agama nenek moyang mengajarkan hal yang lebih tinggi dari agama-agama yang baru masuk itu. Ketidaktahuan kita telah membuat kita menjadi anak durhaka. Kini saatnya untuk taubat -- sadar dan berubah.

Pemahaman-pemahaman lain :
- Patung-patung besar yang dibangun oleh nenek moyang itu adalah salah satu cara untuk hidup berdampingan dengan bangsa lain yang hidup bersama pada saat yang sama tetapi di alam yang berbeda. Mereka makanannya wewangian. Karena tanah dan pohon diambil manusia untuk tempat tinggal maka dibuatlah patung-patung itu untuk tempat tinggal mereka dan diberi wewangian(sajen)-lah disana oleh nenek moyang kita yang memahami hal ini. Jadi dua makhluk di dua alam dapat hidup bersama dalam damai.
- Sebenarnya saat aku membeli buku Sabdo Palon ini aku sedang mencari buku Melampaui Tenaga Dalam karangan Agung Webe. Buku yang kucari tidak ada, dan aku malah mendapat hal-hal baru Melampaui Keyakinan dari membaca Sabdo Palon.
- Al Quran atau Al Kitab adalah kisah sejarah. Tuhan berjanji untuk menjaga kemurnian Al Quran bukanlah Quran dalam bentuk fisik terdiri dari sekian ayat. Yang dimaksud adalah inti ajaran Qur’an yaitu Kebenaran. Sehingga kalau membaca cerita tentang Manik Maya akan diketahui bahwa tidak ada cerita Adam di usir dari surga. Itu hanyalah metafora. Puzzle lain yang aku belum bisa lihat dengan jelas.

Rasanya itu dulu untuk hari ini. Tetapi dari semua yang telah kutulis, apa yang paling besar artinya dari semua pemahamanku itu adalah bahwa : aku yakin pada jalan yang kutempuh. Aku yakin pada diriku sendiri. Aku siap menghadapi setiap resiko atas keputusanku ini.

18 comments:

Djuni Pristiyanto said...

membaca buku2 karya orang jawa kuno jangan dimaknai secara "letter leg" (harafiah). orang jawa itu penuh dg simbol dan perlambang.

Anonymous said...

Mungkin sejarah memang amat bermanfaat agar kita tidak lupa daratan, lupa pada pertiwi yang kita pijak, lupa bahwa setiap pelecehan terhadap "kearifan" generasi lampau adalah kemurtadan kepada leluhur. Kadang kita menilai bangsa lain (barat)sebagai terlalu konseptual dan menentukan hampir segala sesuatu dengan logika. Sementara ketika ada pertanda alam yang "seyogyanya" kita baca, dia cenderung kita eliminasi sendiri dengan logika/ilmu pengetahuan.....yang banyak berasal dari barat juga.
Saya salut dengan yang tertulis di situs ini, pencarian makna yang detail dari teka-teki kehidupan yang begitu kompleks. Salam.
Kemandana

Anonymous said...

Salam buat penulis..
Sebagai orang bijak yang lagi menacri pencarian jati diri ,hendaklah memahami sejarah bukan hanya dari tulisan atau buku tetapi juga harus ditanyakan kepada orang tua yang benar2 paham. Kadang2 kita hanya mereka akan kebenaran kita sendiri.Mengenai Serat DharmaGandul , saya sendiri juga telah membacanya, jadi yang salah bukanlah AGAMANYA tetapi pelaku apakah itu penyebar atau penerima.
Mengapa kita tidak menyimak kebijakan akan kelembutan hati Kanjeng Sunan Kalijaga.Beliau merasa bersalah , memyesal dan berusaha menebus kesalahanya dengan menjadi pengemong Raja2 Jawa.Semua agama benar dimata Tuhan, yang bisa disebut siapa saja Allah,Hyang Widi, Gusti Alah,ataupun Pengeran.Bahwa kitab2 yang turun diakui semua kebenarannya,jadi sebelum KItab2 turun maka Tuhan memperkenalkan dengan Dewa dlm agama Hindu, hingga muncul agama Samawi( Kitab )Zabur,Taurat,Injil dan Qur'an.Bacalah buku2 yang lain seperti Serat Widayat Jati atau Wedatama .Pencerahan Anda masih belum tuntas,carilah orang2 tua yang sudah paham Hakikat Kehidupan, karena di Alam Baka tidak mengenal dia Islam,Kristen, Budha, Hindu tetapi ahlak dan ibadah dengan keyakinanaya akan keEsaan Tuhan.
Carilah Jati diri bukan hanya dari Meditasi tetapi juga berguru agar Ketemu akan Laku.
Wassallam

Bagus_sajiwo

pelukisluka said...

Selama beberapa bulan terakhir ini banyak hal yang kulakukan bersama suamiku yang semuanya berujung pada pencarian akar, pencarian jati diri. Selama ini pula aku bertanya-tanya, ada apa? Di sini aku menemukan salah satu puzzle itu. Aku harus bangga dengan diriku sendiri. Dengan keluhuran nenek moyangku. Mungkin aku tidak tahu keluhuran mereka seperti apa. Tetapi melihat dan mengetahui pemahaman mereka tentang kehidupan ini aku seharusnya bersujud pada mereka. Aku tidak perlu berguru ke Arab untuk memperoleh pengetahuan, tidak perlu berguru ke Cina, tidak perlu ke Thailand, tidak perlu ke India. Aku cukup berada di sini. Mendengar nenek moyangku berkata. Dan yang akan kuperoleh tidak hanya pengetahuan, tetapi budi, rasa.

---------------------------------------

saya salut dengan keberanian anda dalam mengambil sikap untuk menilai hal2 yang masih sangat sdikit anda ketahui,tujuan anda mencari kebenaran kan?atau mencari-cari keburukan yg sebenarnya tidak ada tapi anda ada2kan?,saya juga masih dalam pencarian dan masih sangat bodoh dalam hal2 tentang kehidupan,hmm... anda percaya sama leluhur anda,tapi anda tidak tahu keluhuran mereka seperti apa,brarti anda orang yang bertindak asal2an... trus mengapa anda hanya menilai tentang islam dan mencari-cari keburukan didalamnya,sedangkan ajaran lain tidak anda komentari.saya sangat senang bila kita saling berbagi soal pengalaman karna saya juga dalam pencarian.. dan hadist mengatakan,bila belajar tanpa guru.setanlah gurunya..

salam.. ^_^

-yudha-

Anonymous said...

salut atas ulasannya.........namun saya gak terlalu percaya cerita tentang darmogandul soale itu cuman sanepan saja alias perlambang,lagian darmogandul berdasarkan cerita yang gak karuan juntrungnya......apa bener brawijaya pamungkas masuk islam dan gegeran dengan sabdo palon?gak ada buktinya.....apa ya islam masuk dengan cara perang seperti tuduhan dalam darmogandul??gak ada korelasinya cenderung subjectif

Anonymous said...

salam kenal.
tulisan anda sangat berarti.
kunjungi pula blog saya:
http://tulisansastra.blogspot.com
sampai ketemu
tks

Anonymous said...

Mencerna isi kitab Darmagandhul, rasa dan pemahaman anda TEPAT..!! Sebagai tambahan referensi, coba baca tulisan MENYIBAK TABIR MISTERI NUSANTARA dan MENELISIK MISTERI SABDO PALON di http:\\nurahmad.wordpress.com. Semoga bermanfaat...

anom wiranata said...

trims atas deskripsinya. Sangat menarik. Di mana ya bisa beli buku Dharmogandul? Saya juga pernah mendengar cerita bahwa Prabu Brawijaya dibunuh oleh anak buah Raden Patah dengan cara dibakar di Pantai Parang Kusumo, Jogja..Raden Patah memang anak durhaka! Membunuh ayahnya sendiri..

Anonymous said...

mungin memang sejarah harus dipandang dengan 2 cara,positif dan negatif....ada buku yang mungkin bisa menjawab buku Sabdapalon itu...., hanya untuk wacana saja...bukunya berjudul "prahara tanah jawa"....
trimakasi...matur suksema...

Anonymous said...

PANTUN GELOMBANG CINTA
( JERIT HATI DAN HARAPAN RAKYAT JELATA )
Oleh : Maulana Mahbub Al - Majnun

NUSANTARA NEGERI YANG KAYA
TEMPAT KORUPTOR BERPESTA PORA
HUKUM HANYA MILIK YANG KAYA
KESEWENANG - WENANGAN MERAJALELA

SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA
LIHAT ORANG SUSAH MALAH TERTAWA
BENCANA JADI OBYEK WISATA
PENGGAL SAJA BIANG KEROKNYA

DUNIA DISEMBAH LAYAKNYA TUHAN
AGAMA JADI BAHAN CEMOOHAN
TAK DIRASA SEMUA PERINGATAN
NUSANTARA NEGERI KUTUKAN

BEBAN HIDUP SEMAKIN BERAT
ORANG BAIK BERUBAH JAHAT
TOBAT NASIONAL SUDAH TERLAMBAT
NUSANTARA MENUJU KIAMAT

KAMI WONG CILIK INGIN MENGADU
KEPADA SIAPA KAMI TAK TAHU
BERULANG KALI NYOBLOS PEMILU
TAPI KAMI SELALU TERTIPU

NASIB KAMI TAK PERNAH MENENTU
SAMPAI KAPAN KAMI TAK TAHU
BERHARAP - BERDOA SEPANJANG WAKTU
KAPAN LAKU GELOMBANG CINTAKU ?

KAMI WONG MLARAT PALING NGGAK KUAT
BILA MELIHAT TINGKAH POLAH PEJABAT
SEMUCI – SUCI DAN SEOLAH NINGRAT
PADAHAL DIBELAKANG, . . . . BEJAT

KAMI WONG CILIK CUMA INGIN TAHU
INI MEMANG BENAR ATAU CUMAN ISU ?
AKAN MUNCUL SEORANG RATU
YANG MEMIMPIN ATAS PERINTAH WAHYU

KEYAKINAN TAK BUTUH PEMBUKTIAN
MANUSIA BEBAS TENTUKAN PILIHAN
DIPUNCAK ZAMAN KEHANCURAN
ADAKAH JENDRAL BERHATI INTAN ?

AKU MEMANGGILMU KSATRIA NUSANTARA
KARENA DHARMAMU PADA KEBENARAN
WALAU NASIBMU TERLUNTA – LUNTA
SEMOGA ENGKAU BEROLEH PANGAYOMAN

AKU MEMANGGILMU PANDITA NUSANTARA
KARENA LAKUMU - LAKU YANG SUCI
WALAU DIHEMPAS BADAI DERITA
SEMOGA HIDUPMU SELALU DIBERKATI

MANUSIA PICIK GAMPANG BERMUSUHAN
LANTARAN NAIF MEMAKNAI FIRMAN
BILA TAK TURUN WAHYU KEPEMIMPINAN
PENAFSIRAN EGO MENJADI TUHAN

UMAT MENCARI – CARI DISAAT SEKARAT
SOSOK MANUSIA YANG MENERIMA WAHYU
MELURUSKAN KEMBALI AJARAN NABI MUHAMMAD
BUKAN WAHYU AGAMA BARU

NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
TERBITNYA FAJAR - SANG MENTARI HARAPAN
LANGKAH AVATAR SANGAT HATI – HATI
GELAP MALAM PENUH JEBAKAN

SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
JUGA ILMU PENERAWANGAN TERTINGGI

KELUAR MASUK PURA MANGKUNEGARAN
ALLHAMDULILLAH ORA KONANGAN
KELUAR MASUK RUMAH PEJABAT
TETAP SAJA TIDAK TERLIHAT

SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
JUGA PENERAWANGAN GAIB TERTINGGI

KECUALI OLEH MEREKA YANG DIKEHENDAKI
DIANTARA HAMBA – HAMBA SEJATI
YANG RELA MEMPERSEMBAHKAN DIRI
DEMI TEGAK HUKUM - KEADILAN ILAHI

NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
SEDERHANA, TAK BANYAK KONSEP TEORI
CUKUP MENGAMBIL YANG TULUS SUCI

RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
HANYA JALANKAN AMANAH ILLAHI

RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
CUKUP MENCETAK KADER MUMPUNI
LALU MENGHILANG BAK DITELAN BUMI

KITA SAMPAI DIBATAS WAKTU
KEBENARAN SEJATI MENUNTUN LAKU
LETAKKAN SEMENTARA PEMAHAMANMU
KITA DENGARKAN PENUTURAN WAHYU

BAGI YANG SUNGGUH MEMBUKA HATI
DENGAN POLOS TANPA PRASANGKA
SATRIO - PINANDITA SIAP MENEMANI
SAMPAIKAN KEBENARAN APA ADANYA

TABIR MASA MEMBUNGKUS RAHASIA
KAYAKAN CERITA AKAN NUANSA
BERDETAK JANTUNG KARENA ASA
MENGUJI NYALI JIWA PERKASA

WAHAI APARAT - PENEGAK HUKUM NEGARA
WAHAI ULAMA – PANDITA NUSANTARA
WAHAI PUTRA – PUTRA TERBAIK BANGSA
APAKAH AKAL DAN NURANIMU BUTA !!

Semarang,15 November 2007
Ditemani Gudang Garam Surya
Gudang air mata,Garam kehidupan, Surya pencerahan
Bravo IMAM MAHDI, para kekasih tak sabar menanti

Hidayah datang tak pandang bulu
Merasuk kedasar keyakinan,sepenuhnya atas kuasaNYA
salam bagi semua “orang gila” Semoga kita segera bersua.
Puisi ini adalah puisi orisinil penulis, yang diilhami dari mimpi 7 kali berjumpa IMAM MAHDI alias RATU ADIL alias SATRIO PININGIT alias AVATAR alias SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU alias
“MALIKUL MUQSITH”
Allah Subhaanahu Wataaala memberi GELAR KHUSUS sosok orang yang menerima wahyu diakhir zaman ini dengan gelar dan panggilan “MALIKUL MUQSITH”
MALIKUL – MUQSITH bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti RAJA ( PENEGAK ) KEADILAN alias RATU ADIL.
Dia menerima wahyu untuk meluruskan kembali ajaran Nabi Muhammad yang sudah banyak di selewengkan, ditambah – dikurangi serta di putar balikkan. Wahyu yang diterima bukanlah wahyu KENABIAN sehingga jelas tidak membawa AGAMA BARU, dan orang yang menerima wahyu ini sangat tidak pantas dan SALAH BESAR jika di sebut NABI BARU.
IMAM MAHDI adalah sebutan atau istilah yang lain untuk sosok yang dipanggil ALLAH dengan MALIKUL MUQSITH ini, ia NYATA dan memang benar – benar ADA. IMAM MAHDI berarti pemimpin pemberi petunjuk . RATU ADIL juga menerima wahyu kepemimpinan dalam arti RATU ADIL adalah orang yang memang dipilih ALLAH dan DIPERINTAH untuk memimpin dan membenahi negeri ini (NUSANTARA). Dalam konteks Indonesia yang sempit, beliau menjadi RATU ADIL dan dalam kapasitas yang lain dalam konteks dunia yang lebih luas beliau menjadi IMAM MAHDI.


Di zaman kelak Ratu Adil memimpin, kebenaran dan HUKUM ILAHI akan benar – benar ditegakkan. Meskipun beliau seorang muslim yang taat menjalankan syariat, tapi beliau memiliki toleransi dan apresiasi yang tinggi dengan semua pemeluk agama dan semua aliran kepercayaan. Beliau mengayomi semua golongan dengan keadilan, kebenaran, dan kejujuran. Beliau didampingi oleh ruh - ruh para Nabi dari semua AGAMA BESAR di dunia, baik Isa, Muhammad, Musa, Daud, Adam, Sri krisna, & Sidharta Gautama. Selain itu turut mendampingi beliau ruh leluhur Pulau jawa yaitu Sunan Lawu alias Brawijaya Pamungkas, Eyang Sabdo Palon dan Naya Genggong. Selain itu turut mengawal beliau ruh-ruh seluruh raja NUSANTARA yang bertaqwa .Juga banyak ratusan ruh wali-wali dari semua agama di sepanjang sejarah umat manusia . Allah tidak tanggung – tanggung dalam menurunkan seluruh KEKUATANNYA untuk mewujudkan tata kehidupan dunia yang lebih spirituaL dan lebih manusiawi. Kekuatan Allah itu dititipkan sebagai fasilitas perjuangan kepada IMAM MAHDI – RATU ADIL dan PASUKANNYA. Alangkah berbahagia jika anda yang membaca tulisan ini bisa ambil bagian menjadi pasukan MALIKUL MUQSITH ini.

Penulis sebelumnya adalah orang yang skeptis akan RATU ADIL yang menurut penulis itu Cuma MITOS. Tetapi petunjuk mimpi yang beruntun sebanyak 7 kali dalam kurun waktu th. 2005 – 2007, telah merubah pandangan dan keyakinan penulis secara drastis dan radikal - karena disetiap mimpi, gambarannya begitu jelas dan gamblang. Serta “ndilalah” semua informasi dari ketujuh petunjuk mimpi bisa terekam rinci dalam ingatan penulis. Selain berisi banyak informasi, petunjuk mimpi itu juga memberi beberapa terapi atau METODE PEMBERSIHAN JIWA TERBAIK MENURUT VERSI ALLAH SWT, sehingga berpengaruh dahsyat bagi lahir batin penulis.

Tulisan ini adalah media bagi penulis untuk berbagi pengalaman dan mempromosikan keyakinan yang nyata. Dan semoga berguna sebagai sarana untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap keberadaan Beliau yang sebenarnya memang nyata adanya. Penulis prihatin dengan banyaknya orang yang mengaku – aku menerima wahyu tanpa bisa memberi bukti kongkrit yang meyakinkan bahwa mereka (yang ngaku-ngaku itu) benar – benar menerima wahyu. Sebagai panduan agar masyarakat tidak dibodohi maka penulis ingin menginformasikan bahwa orang yang menerima wahyu :

1. Kenal akrab dengan Malaikat Jibril sebagai Malaikat Penyampai Wahyu. Dan tahu secara rinci tentang Jibril- termasuk bunyi redaksi tasbih malaikat jibril kepada Allah.Begitu pula bacaan tasbih dari Malaikat – Malaikat yang lain, Imam Mahdi yang sanggup berkomunikasi dengan mereka pasti tahu bacaannya semua.


2. Jika benar seseorang menerima wahyu, dia pasti juga mengalami pembersihan jiwa langsung dari Allah sebagaimana Nabi Muhammad mengalaminya. Mengapa ? karena untuk menerima wahyu suci, jiwa seorang penerima wahyu HARUS disucikan dulu oleh Dzat yang Maha Suci untuk sanggup menerima wahyu yang suci.

3. Sebagai sesama penerima wahyu, seorang IMAM MAHDI atau apapun istilah dan namanya pasti sangat mengenal SELUK BELUK nabi - nabi sebelumnya yang juga menerima wahyu. Meskipun dalam konteks IMAM MAHDI wahyu yang turun bukanlah wahyu kenabian, tetapi pasti seorang IMAM MAHDI mengenal dengan rinci rahasia yang dimiliki Nabi Muhammad, begitu juga nabi – nabi sebelumnya. Sebagai cara untuk mengetes misalnya :
a. Seorang IMAM MAHDI pasti tahu dan bisa menunjukkan bacaan tasbih Nabi Daud kepada Allah.
b. Imam Mahdi pasti tahu hadist – hadist Nabi Muhammad yang di palsukan atau yang TAK PERNAH SAMPAI kepada kita karena sebab – sebab tertentu padahal dulu hadist itu benar – benar ada.
c. Imam Mahdi pasti tahu kapan dan pada usia berapa Nabi Isa wafat, dan tahu bunyi doa yang dipanjatkan Nabi Isa saat diizinkan Allah menghidupkan orang yang sudah mati.

4. Bila benar seorang RATU ADIL sejati yang menerima WAHYU KEPEMIMPINAN, dia pasti :
a. Mengerti kunci untuk membuka harta karun NUSANTARA dan seluruh kekayaan alam yang berguna untuk membangun kemakmuran rakyat.
b. Sanggup meluruskan sejarah perjalanan bangsa yang diputarbalikkan.
c. Mengerti cara yang paling tepat dalam memimpin dan mengatur INDONESIA.

Minimal pertanyaan - pertanyaan diatas jika bisa di jawab oleh siapa saja yang mengaku - aku dan ia bisa menunjukkan dengan meyakinkan, maka BER BAI’AT LAH karena seorang IMAM MAHDI yang sejati pasti bisa menjawab semua pertanyaan yang sangat mendasar dan eksistensial itu.
Baiklah, kami kira masih banyak petunjuk mimpi yang tidak semuanya bisa saya ungkapkan-kecuali jika anda meyakini karena didorong oleh rasa pencarian sejati layaknya seorang pencari kebenaran ALLAH yang hakiki.

Cukup sekian semoga tulisan ini bisa berguna……amin.
Sekian..


Tertanda,
01’12’2007
Sunan Kuning Penebar Pesona
Indonesia

Keyakinan lebih berharga dari kajian seribu kitab
Wacana diatas bertujuan untuk menjembatani pemikiran rakyat agar tidak dibodohi, Terima kasih atas kesediaannya untuk menyebar luaskan informasi diatas.
salam

Anonymous said...

maaf, Sudah pernah baca Zuan Falun karya Mr. Lee Hongzhi ?

Salam

Anonymous said...

Setuju, sejarah kan berulang!
Islam adalah Agama Darah dan Kebencian. Dari sejak Muhammad, WaliSongo, ataupun sekarang!

Ingin fakta? lihat di:

http://mengenal-islam.t35.com

Anonymous said...

oalah lhaa dasar cah wedook goblookk.. belum pernah bertemu apalagi bertanya sama manik maya yang asli kok sudah lancang berani-menafsirkan apa kandungan makna dari kitab2 karangan beliau..
ditanya manik maya itu siapa dan dari mana asalnya aja paling2 ngga bisa ngejawab..hehe x_x

geblek ora mundak-mundak
capeeeee deeeeeeeeeeeeeeeeeee
huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuf

Divanie said...

Mbuh ki sopo sing pinter dewe.... tapi ora wani unjuk diri. Biasane sih dari pengalaman-pengalaman yang lalu, iki ki rombongane wong sing clanane kecingkrangan mbek janggut culun kuwi. Sing kroso paling bener sak dunyo padalane isine wong keblinger kabeh, ora weruh isine dunyo, mesak ake wes.....

capek juga deh.... ngadepin orang-orang kayak lu....

Anonymous said...

Sejarah mencatat, dengan agama "budi" bangsa indonesia mencapai puncak2 kejayaannya sebagai bangsa, ibaratnya membayangkan bali dengan seribu pura dan candi yang teduh, orang tak pernah mengunci pintu saat meninggalkan rumah(sebelum kedatangan pendatang), harmoni alam dan manusia, wangi dupa.

Kejayaan apa yang dimiliki Indonesia setelah kejatuhan Sriwijaya, Majapahit?

Tak ada, selain rakyatnya yang makin miskin, alamnya dikuras habis, dan juga masuk daftar negara penghasil teroris!

Salam

harpin70@gmail.com

hananto budi prasetyo said...

majapahit dengan perdaban yang tinggi telah hilang tanpa bekas, bangsa yang begitu toleran telah hilang, kemajuan teknologi yang di capai majapahit (terlihat dari situs2 peninggalan) telah sirna, Raffles dalam buku history of jawa heran dengan peradapan jawa pada abad2 sebelumnya, dan dia heran melihat mundurnya peradapan jawa setelah majapahit runtuh.

Elan Dewotonno said...

Saluut. Saya sangat lega dengan 'tulisan dan tekad' Anda. Selamat berjuang saya dukung dan semoga sukses!

666suhsui said...

Jer tansah hayuning tyas tata, titi, tentrem semestinya harus selalu bisa ning roso sejati, yang mana manusia harus bisa mengatur pikir/cipta dan hati agar komponen hidup rogo, nyowo dan roso bisa simbiosis mutualisme sehingga akan tercapai manunggaling kawulo lan Gusti.Dari penyatuan tersebut semoga diharap dapatlah TUHAN bertahta di diri kita sehingga manusia bisa jadi berguna bagi diri sendiri maupun untuk alam raya.Dharmo Gandul bisa diartikan sebagai darma (pengabdian) gandul(menggantung)dengan makna penyatuan hamba dengan tuhannya.